Februari 7, 2022

Global Food Partners (GFP), perusahaan konsultan yang berbasis di Singapura yang berfokus dalam produksi telur cage-free, dan Hendrix Genetics Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangbiakan hewan berbagai spesies terkemuka, telah mengumumkan sebuah kolaborasi penelitian tentang pusat pelatihan cage-free dan model peternakan baru di Indonesia, yang akan dibuka pada tahun 2022.
Pada bulan Juni 2021, GFP, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dan Aeres University of Applied Sciences mengumumkan kerja sama untuk mengembangkan pusat pelatihan telur bebas sangkar di kampus Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta, Jawa Timur, Indonesia. Pusat pelatihan ini akan mempertemukan para produsen telur dan pemangku kepentingan industri lainnya untuk meningkatkan keberlanjutan jangka panjang dan daya saing industri telur cage-free di Indonesia dan di seluruh Asia.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Hendrix Genetics Layers Indonesia akan memasok 3000 ekor ayam petelur ke peternakan ini setiap tahunnya, dan mendukung model peternakan ini secara berkesinambungan dengan memberikan pengetahuan teknis mengenai pemeliharaan ayam petelur dengan sistem kandang bebas sangkar. Fakultas Peternakan UGM akan menjadi tuan rumah pusat pelatihan, menyediakan lahan, bangunan, infrastruktur, staf, pemeliharaan harian, dan sumber daya lainnya untuk kolaborasi ini. Tim ahli produksi cage-free dari Global Food Partners dan Aeres akan merancang dan mengembangkan materi pelatihan serta memberikan dukungan dan keahlian teknis untuk pusat pelatihan dan model peternakan cage-free.
Tujuan dari model peternakan ini adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan ayam petelur cage-free di bawah kondisi tropis dan menunjukkan praktik terbaik dari peternakan cage-free. Peternakan percontohan ini akan terbuka untuk peternak, dokter hewan, peneliti, mahasiswa, dan semua pihak yang tertarik dengan wawasan terbaru dalam manajemen cage-free. Pelatihan di peternakan mengenai penanganan hewan, produksi telur dan kesejahteraan hewan akan diberikan kepada mereka yang tertarik untuk mengembangkan keterampilan mereka. Performa harian (data populasi ayam) akan dicatat dan dianalisis untuk memberikan indikator dan prediktor yang akurat yang dapat berfungsi sebagai alat untuk mengaplikasikan ayam cage-free di masa mendatang.
Henry Hendrix, general manager Hendrix Genetics Layers Indonesia, menyatakan: "Kami sangat menantikan kerjasama dengan Global Food Partners, Fakultas Peternakan UGM, dan Aeres University of Applied Sciences, karena kesejahteraan hewan telah menjadi tantangan yang sangat penting di dunia dan di seluruh Asia dalam beberapa tahun terakhir. Saya yakin bahwa kolaborasi penelitian ini akan memberikan wawasan baru mengenai peternakan cage-free di Indonesia dan di seluruh Asia. Bersama-sama kita dapat membantu menetapkan standar untuk produksi hewan yang berkelanjutan di seluruh dunia."
Jayasimha Nuggehalli, Chief Operating Officer dan Co-Founder GFP, mengatakan, "Kami sangat senang menyambut Hendrix Genetics, yang merupakan pemimpin dalam bidang ini, termasuk tim ahli cage-free di Indonesia. Kami yakin kemitraan ini akan membantu mengoptimalkan produksi cage-free di Indonesia dan di seluruh wilayah nusantara."
© Global Food Partners Inc.