30.04.2020

Biosekuriti: Meningkatkan Keberlanjutan Jangka Panjang Industri Unggas

Mewakili kami semua di Global Food Partners, kami berharap Anda, keluarga Anda, dan kolega Anda sehat dan aman di masa-masa sulit ini.

Global Food Partners tetap fokus pada pekerjaan kami (meskipun untuk saat ini dilakukan dari jarak jauh), membantu bisnis makanan untuk menerapkan dan mempertahankan kesejahteraan hewan yang tinggi serta kebijakan dan praktik pengadaan yang bertanggung jawab.

Salah satu area fokus kami adalah membantu para peternak meningkatkan biosekuriti dan kesehatan hewan untuk mengurangi risiko wabah penyakit di peternakan mereka, yang dapat mengakibatkan kerugian finansial yang parah dan bahkan krisis kesehatan masyarakat. Pandemi COVID-19 global adalah pengingat tentang bagaimana interaksi kita dengan hewan dapat memiliki konsekuensi yang luas. Kami berharap informasi ini berguna bagi Anda, dan mendorong Anda untuk membagikannya dengan kerabat-kerabat Anda.

Virus COVID-19 diyakini pertama kali ditularkan ke manusia oleh hewan hidup di pasar “basah”. Ini bukan pertama kalinya kita melihat krisis kesehatan manusia akibat penyakit yang ditularkan dari hewan. Avian influenza (flu burung), misalnya, ditularkan secara langsung dari unggas dan telah mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dengan 70% kematian tersebut dilaporkan di Asia. Wabah “flu babi” tahun 2009, yang diperkirakan berasal dari peternakan babi intensif di Meksiko, mengakibatkan lebih dari 18.000 kematian di seluruh dunia hanya dalam satu tahun. Wabah-wabah ini juga menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi para peternak, dan hilangnya ratusan juta ayam dan babi di banyak negara di dunia.

Satu pelajaran yang didapat melalui pandemi ini adalah bahwa kesehatan hewan dan kesehatan manusia saling terkait - meningkatkan biosekuriti dan kesehatan hewan maka Anda juga meningkatkan kesehatan manusia serta keselamatan dan keamanan pangan. Dikarenakan penyakit menular dapat dan memang menyebar dengan cepat di peternakan unggas, praktik biosekuriti dan manajemen kesehatan menjadi sangat penting guna mengoperasikan peternakan yang sukses dan sehat.

Ayam petelur, misalnya, rentan terhadap sejumlah penyakit, banyak penyakit di antaranya dapat dicegah. Sebagian besar (sekitar 80%) penyakit unggas dibawa ke peternakan melalui manusia, peralatan dan kendaraan yang terkontaminasi. Air yang terkontaminasi, anak ayam, sampah dan hewan pengganggu juga bisa menjadi faktor risiko penularan. Di bawah ini merupakan beberapa praktik biosekuriti utama yang harus diikuti setiap saat, terlepas dari jenis sistem perkandangannya:

  • Membatasi jumlah orang yang mengakses peternakan;
  • Memagari peternakan dengan papan rambu-rambu biosekuriti;
  • Mengenakan pakaian pelindung dan alas kaki saat mengunjungi sebuah peternakan;
  • Membersihkan tangan dan alas kaki sebelum masuk dan sesudah keluar kandang;
  • Membersihkan peralatan dengan disinfektan secara teratur dan menyimpan peralatan di satu peternakan saja;
  • Membersihkan truk dengan disinfektan dalam peternakan

 

Profile of a chicken's face

Seperti yang telah kita lihat pada COVID-19 dan penyakit menular lainnya seperti Avian Influenza, di tengah kesehatan manusia yang genting, krisis kesejahteraan hewan pun bisa muncul. Meskipun tindakan biosekuriti adalah kunci untuk memitigasi risiko penyakit, kami sangat menganjurkan semua peternakan untuk menjalankan protokol pada masa wabah penyakit menular, termasuk penerapan metode eutanasia yang tepat.

Rencana darurat perlu menjamin bahwa semua hewan diperlakukan secara manusiawi pada masa krisis, dan harus memastikan hal-hal sebagai berikut:

  • Hewan hidup tidak boleh dikubur, dibiarkan kelaparan atau dibiarkan mati lemas atau kepanasan sampai mati. Jenis perlakuan ini menyebabkan stres dan penderitaan yang signifikan.
  • Semua peternakan harus memiliki akses ke petugas yang dibutuhkan dan peralatan yang diperlukan untuk melakukan metode eutanasia yang sesuai ke sejumlah besar hewan. Semua metode membutuhkan perencanaan, persiapan dan pelatihan staf untuk memastikan kematian yang cepat.

Terlepas dari pentingnya praktik di atas, penelitian terbaru yang dilakukan pada peternakan telur di seluruh Cina oleh Ilmuwan Senior ahli Hewan di Global Food Partners, Dr. Kate Hartcher, menemukan bahwa para peternak mengidentifikasi pencegahan dan manajemen pengelolaan penyakit sebagai satu-satunya tantangan terbesar di peternakan.

COVID-19 sekarang menjadi kenyataan yang menghancurkan di seluruh dunia dan memengaruhi semua bisnis. Kami menggunakan waktu ini untuk bekerja sama dengan bisnis makanan dan peternak untuk mengurangi risiko wabah dan krisis di masa mendatang, dan untuk memastikan prosedur yang tepat diterapkan jika hal itu benar-benar terjadi. 

Kita semua bersama-sama menghadapi tantangan ini dan kami di Global Food Partners menanti untuk bekerja sama dengan Anda, mitra kami, untuk memastikan bahwa kita siap untuk bergerak maju. Ingin mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kita dapat bekerja sama? Kirimkan pesan Anda di sini - kami akan senang mengobrol!

Mitra Pangan Global, Inc.

Hak cipta © 2021

GFP-icon-linkedin
id_IDBahasa Indonesia